Jejak Digital – Good/bad reviews di dunia online dan dampaknya

Jejak Digital. Siang ini mumpung 3 balita sedang istirahat tidur siang. Saya sempatkan untuk cek traffic website Isahkambali dot com. 4 dari 10 pencarian dari pengunjung adalah tentang salah satu expert persalinan.

Maklum saya melahirkan dibantu beliau sampai 2x (kaka Madinah dan Gaza)
dan pas saya check via Google ternyata pencarian atas nama beliau sudah 500ribu lebih pencarian, dan web kami muncul nomor 4 setelah instagram, instagram dan facebook.

Yes saya kecipratan view karena mengulas layanan beliau yang memang spesial persalinan gentle birth. Selain artikel tentang beliau, muncul juga 3 pencarian tentang salah satu platform yang pernah saya ulas. Mereka/pengunjung crosscheck apakah platform tersebut aman atau penipuan. Dan dari sini saya jadi ngeh, bahwa honest review dari web personal sedikit banyak powerfull untuk membantu bisnis/profesi seseorang.

 

Makanya, saya sangat jarang kasih bad review ke sebuah bisnis kalau dia masih batas wajar. Kalau sudah nipu, order barang ga dikirim saya lebih suka kasih bintang satu di aplikasi belanja. Ada satu kasus dimana saya kasih bintang satu via google maps untuk seller tersebut, karena order instan tapi barang tidak kunjung dikirim. Chat ga dibalas, dihubungi via WA diread tapi ga direspon.

Saya iseng lah, cari pemilik bisnisnya … setelah ngulak ngulik langsung saya chat ownernya. Bahwa ada timnya yang begini begitu.
Owner mungkin agak kaget, karena saya bisa dapat nomornya. Tapi yang namanya anak socmed analyst … ya begitulah kerjanya. Ta tracking owner, alamatnya, rumahnya, koleganya dll.

Tapi ya itu, sebatas bintang satu aja di aplikasi dan google maps.
Saya ga berani bad review via web/youtube karena jejaknya akan lama. Meski web saya sudah kadaluarsa misalnya, tetap saja ada jejaknya.
Dan barangkali juga, seller atau owner bisa berubah pikiran dan memperbaiki sistem. Namanya bisnis kan terus belajar, naik turun itu wajar tapi yang penting integritas harus dijaga.

Jadi, hari ini temanya adalah bahwa nama brand/profesionalmu benar-benar harus dijaga baik dioffline maupun online. Sekali kena bad review bakalan ngos2an buat mutar balik. Meski sejujurnya bisa sih diutak atik tapi ya itu … butuh effort dan biaya yg lumayan.

Saya jadi mikir, jejak digital didunia pas kita hidup harus dijaga
gimana jejak amalan ya… ? apakah kita bisa jadi orang baik sampe tugas kita selesai.
Karena iman naik turun
kadang pengen baik, kadang error juga

ahh sudahlah
mariii kita buat artikel lagi dan desain web buat klien
moga kliennya puas dan terus repeat order buat temen2nya

 

.. saya copas dari status FB pribadi saya IsahKambali

(Dilihat 49 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *