Belajar Branding Bisnis dengan Pak Subiakto “Citizen Branding”

Kemarin, Sabtu 7 Februari 2015 saya berkesempatan untuk ikut acara keren di Depok. Kenapa saya bela-belain meluncur ke Depok karena ada Mentor/guru idaman saya yaitu pak bi @Subiakto. Dan (ternyata) saya juga baru tahu kalau depok jadi kota termacet yang pernah saya kunjungi (melebihi jakarta sendiri) saat weekend.

Saya sudah lama follow pak bi, hampir satu tahun ini. Mantengin event beliau itu hukumnya wajib bagi saya, terkadang saya nulis twit-twit dari beliau. Ini bukan kali pertama saya ingin menghadiri acara beliau. Saya berulang kali sering bentrok jadwal, saat saya mudik, pak bi mengadakan acara di Jakarta. Saat ada acara di jakarta, pak bi malah ada di Cirebon, begitu dan begitu seterusnya. Alhasil saya cuma rajin mantengin twitter beliau dan download-download karya beliau di slideshare dll. Jadi, ketika ada kesempatan beliau manggung di Depok, artinya event ini ga bakalan saya sia-siakan, gimana caranya… pokoknya saya harus datang dan Hadir.

Perjuangan belajarpun dimulai, awalnya saya santai dengan naik taksi dari Cinere. Menurut Gmaps, hanya perlu waktu 40 menit untuk sampai ke tujuan yaitu ke De-Coma di Jl.Margonda Raya 303 Depok. Dan masih menurut Gmaps jaraknya sekitar 18 KM… so.. itu artinya tidak terlalu jauh…deket alias insyaAllah tepat waktu. Dan.. taraaa.. saat saya naik taksi.. taksi saya setia nongkrong di perempatan sekitar 20 menit lebih, baru bergerak 1 km…dan saat itu jam sudah menunjukan pukul 11.25. Panik.. pasti.. (selain panik tagihan, saya juga panik kalau terlambat) dan akhirnya..saya memutuskan untuk turun dari taksi dan langsung pergi ke pangkalan ojeg. ya.. saya harus naik ojeg, padahal saya termasuk orang yang ogah naik ojeg… Mending mas2 ojegnya yang bonceng daripada saya yang bonceng. Tapi untuk kali ini saya ngalah, saya nurut naik ojeg tapi tetap dengan menyalakan Gmaps untuk dapat rute tercepat dan termudah serta bakal murah. Tentu, gaya ala Gmaps saya ini bikin mas-mas ojeg jadi bingung dan akhirnya ngalah sama direction dari saya (lebih tepatnya Gmaps). Setelah melewati bukit, lembah ala Depok dengan menggunakan ojeg, akhirnya 40 menit kemudian baru saya sampai.. ya..pukul 2 lebih 10 menit. Saya langsung turun di depan de-coma. Langsung absen langsung naik ke Lantai 3 dan duduk setelah membawa mineral water dan snack pengganjal perut. Syukurnya hari itu saya ketemu dengan mba nunik sahabat saya, alhasil kami reuni dadakan, dan lebih syukurnya..hari itu pak Bi juga terlambat karena kejebak macet sama seperti saya (hihiii.. untuk pertama kalinya saya seneng pembicara datang terlambat). So.. hari ini saya bilang… boleh ke Depok tapi jangan weekend.. macettt melebihi Bekasi dan Jakarta.

Okeh, sudah cukup galau ala saya. Its time for me untuk share materi dari pak bi. Materi yang dibawakan yaitu tentang Citizen Branding. Pertama-tama kami diajari untuk mengetahui apa perbedaan merk, logo, branding dll. Pak bi juga menjelaskan tentang pengalaman pertama dari customer kita saat menggunakan produk kita.. Gigitan pertama itu yang akan memberikan kesan dan pesan apakah produk kita bakal diingat atau Uniq. kita diajak untuk menganalisa tentang apa itu BRAND, apa itu Merk, apa itu PRODUK. Tiap hal tersebut berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Berikut uraian ala saya (after mendengar materi pak bi):

  1. Produk (sesuatu yang kita konsumsi)
  2. Logo/Merk (identitas Visual)
  3. Brand (merk + kepuasan Konsumen kita)

pak bi juga menjelaskan tentang MEA, apa itu MEA.. akhir 2015, ASEAN akan memasuki MEA termasuk indonesia artinya apa? MEA atau Masyarakat Ekonomi Asean Artinya adalah bahwa supremasi hukum kalah dengan supremasi ekonomi, dan otomatis indonesia akan kehilangan pemasukan dari bea barang masuk, batas teritori/wilayah akan seperti dilebur dan barang-barang dari Asean siap masuk. Tidak hanya barang saja tapi juga profesi jasa seperti: dokter, pengacara dll. Tenaga-tenaga dari luar siap masuk ke Indonesia dengan keahlian yang sudah tidak diragukan lagi.

Berikut, ada 12 sektor yang disepakati untuk dibebaskan atau diliberalkan dalam rangka MEA.

  1. Sektor pertanian
  2. Otomotif
  3. Eletronik
  4. Perikanan
  5. Kesehatan
  6. Karet
  7. ICT
  8. Tekstil
  9. Kehutanan
  10. Penerbangan
  11. Pariwisata
  12. Pelayanan Logistik

 To Be continued untuk Artikel yang ke-2 yahhh..

(Dilihat 657 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.