5 Fakta Vaksin Covid 19 yang wajib diketahui

Semenjak awal tahun 2020, dunia mulai terjangkit wabah virus corona atau dikenal dengan Covid 19. Sejak saat itu pula seluruh dunia mulai merasakan dampaknya, tidak terkecuali di Indonesia. Virus corona dikenal dengan penyebaran nya yang sangat cepat. Penyebarannya bisa melalui udara, kontak langsung dengan penderita, memegang barang yang pernah disentuh oleh penederita, atau bahkan memgang langsung mata, mulut, dan hidung. Maka dari itu kita diwajibkan untuk selalu mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, dan tidak berkumpul atau berkerumun di keramaiaan.

Memasuki tahun 2021, virus covid 19 ini masih terus ada, dan kita masih terus harus mematuhi protokol kesehatan. mulai terus masih menggunakan masker, tidak berkumpul disuatu keramaiaan, tetap menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan sehabis beraktifitas. Selain penerapan protokol kesehatan, pemberian vaksin covid 19 adalah salah satu cara untuk memutus penularan virus ini. Pemerintah Indonesia sudah mendatangkan 3 juta vaksin Covid 19 yang diproduksi oleh Sinovac dari China dalam waktu dua tahap. Tahap pertama sudah masuk 1,2 juta dosis pada 6 Desember 2020 lalu, kemudian 1,8 juta dosis  sisanya datang pada 31 Desember 2020.

Dengan datangnya virus Covid 19 ini, banyak bermunculan spekulasi dan isu yang justru membuat masyarakat bingung dan khawatir. Banyak informasi soal vaksin virus corona yang tidak aman atau bahkan mengandung bahan yang tidak halal. Selain itu juga banyak informasi yang beredar yang justru itu tidak sesuai fakta dan harus dikonfirmasi. Berikut ini merupakan fakta tentang vaksin covid 19 yang harus diketahui :

  1. Vaksin virus covid 19 aman digunakan dan halal.
    Banyak masyarakat yang masih ragu soal keamanan dan halalnya vaksin virus covid 19. Harus diketahui jika vaksin yang akan disebarkan di Indonesia harus diperhatikan uji klinis dan evaluasi dari BPOM terlebih dahulu
    Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun sudah menyatakan “vaksin covid 19 mengandung bahan yang tidak halal itu merupakan informasi yang salah”. Vaksin covid 19 ini didalamnya mengandung virus yang sudah dimatikan, bukan virus yang dilemahkan atau virus yang hidup.
  2. Distribusi Vaksin berlangsung 15 bulan.
    Banyak beredar kabar, distribusi vaksin di Indonesia berlangsung 3,5 tahun. Padahal faktanya distribusi vaksin covid 19 di Indonesia dijadwalkan selama 15 bulan. Yang 3,5 tahun itu untuk ke seluruh dunia.
  3. Vaksin Covid 19 yang sudah beredar bukan percobaan uji klinis.
    Vaksin covid 19 yang beredar ini, bukan untuk kelinci percobaan atau uji klinis tetapi faktaya sudah mendapatkan ijin pakai dari BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan.
  4.  Vaksin Virus Covid 19 tidak mengandung sel vero.
    Pemerintah Indonesia sudah memberikan klarifikasi jika vaksin virus covid 19 buatan sinovac tidak mengandung sel vero yang tidak halal. Sel Vero hanya merupakan sebagai media untuk tumbuh kembang virus sebagai bahan baku vaksin. pada akhir proses sel vero akan dipisahkan dan tidak akan terbawa.
  5. Proses penyaluran penerima vaksin virus covid 19.
    Jumlah vaksin virus covid 19 tidaklah cukup jika diberikan ke seluruh masyarakat Indonesia dalam satu waktu. Jadi proses penyaluran vaksin virus covid 19 ini adalah secara bertahap. Yang pertama akan mulai disalurkan pada Januari sampai April 2021, selanjutnya mulai April 2021 sampai Maret 2022.
    Kelompok penerima vaksin yang diutamakan atau prioritas terutama untuk yang mempunyai penyakit bawaan, selain itu petugas publik dan petugas kesehatan menurut WHO.

Berikut ini tahap pemberian vaksin covid 19 dan kelompok penerimanya :

Proses tahap I – Januari-April 2021

Tahap I, berjumlah 1,3 juta untuk petugas kesehatan
Tahap II berjumlah 17,4 juta untuk petugas publik yang tidak dapat menerapkan menjaga jarak secara efektif, dan seanyak 21,5 juta untuk lansia yang rata-rata berumur diatas 60 tahun.

Proses tahap II  – April 2021 – Maret 2022

Tahap III, berjumlah 63,9 juta untuk masyarakat dengan resiko penularan yang tinggi, dari segi tempat tinggal atau kelas ekonomi sosial.
Tahap IV, sebanyak 77,4 juta masyarakat umum degan pendekatan disesuaikan dengan jumlah ketersediaan vaksin.

Perlu diketahui Halodoc merupakan aplikasi kesehatan asal Indonesia, yang memberikan informasi soal kesehatan dan perkembangan virus covid 19 ini juga bisa membantu masyarkat Indonesia untuk memesan dan membeli obat hanya dengan aplikasi. Namun perlu digaris bawahi, jika sudah diberikan vaksin covid 19 ini juga tidak bisa melakukan hal yang sembarangan. Tetap mematuhi protokol kesehatan dan mekakukan physycal distancing.

 

foto : halodoc

(Dilihat 17 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *