Modus penipuan telegram

Waspada- Mulai Marak Penipuan yang Mengaku dari Telegram Center

Cerita dan Inspirasi, Sosmed

Info Update – saya menulis ini karena sering mengalaminya, hampir tiap bulan selalu ditelp oleh oknum yang mengaku telegram. Ya.. mulai marak penipuan yang mengaku dari Telegram Center dan meminta kita menyetorkan atau menyebutkan kode angka yang masuk via handphone kita. Nah, ini adalah salah satu yang saya coba uraikan via artikel dibawah ini (sebelumnya saya tulis terlebih dahulu di Facebook saya IsahKambali).

Pagi pagi di telp dari pihak telegram .. (Ngakunya), begini ceritanya:

Bapak x :
Halo ibu kami dari telegram indonesia. Kami mau menginfokan bahwa versi telegram ibu bisa diupdate , bisa untuk video call dll

Mba istri : halo pak.. Maaf dg bapak siapa. Namanya siapa.

Bapak x : sy dari pihak telegram bu..

Mb istri : iyah namanya siapa ?

Bapak x : dari telegram bu. Ini telegram ibu bisa buat video call ..lebih update

Mba istri : pak..sy ga butuh video call… Ini aja internetan ngos2an lagi nyari sinyal..malah disuruh video call-an.. Bapak mah anehh

Bapak x : oke ibu.. Coba ..ibu cek sms di hp nya. Ada kode telegram..biar kami updatekan

Mba istri : ga ada sms pak.. Ini sinyal on off pak..

Bapak x : coba dicek lagi..smsnya

Mba istri : ga ada sms kok.. Lah hp hp saya..masa sy ga tahu ada sms ..bapak itu aneh

Bapak x ; [mulai menghela nafas]…coba cek lagi sms nya.. Ada kode apa bu

Mba istri : ga ada pak.. Bapak aneh.. Ini hp sy ..kok sy disuruh2.. Kalau ga ada smsmya.. Ga ada .. (Mb istri mulai nyolot)

Bapak x : (tambah galak) dicek lagi bu.. Dibuka hp nya

Mba istri : lah.. Ini dibuka.. Kan angkat telp juga dibuka ..

Bapak x: ibu gimana sih

Mba istri : lah.. Kan bapak yang gimana .. Kan ini hp saya

Lalu terdengar suara menutup telp dengan marah

—-
Jangan izinkan siapapun mengetahui kode security sosmedmu. Sekalipun yg mengaku dr Telegram. Mereka ga pernah minta kode, yang mau update ya kita, mau offkan kita juga, terserah kita sebagai pengguna. Ini buat apa? ini buat nipu, minta transfer, menipu atas namamu dan akun telegrammu lalu digunakan untuk yg aneh-aneh. Dan ini kesekian kalinya, ditelp dari oknum telegram Dan untuk pertama kalinya ada yg marah-marah ditelp. Saya biasa ladeni sampe 15 menit, lumayan latian negoisasi.

Bapak kurang sabar sama ibudigital #ituh

Berikut postingan saya tentang oknum Telegram di akun Facebook @IsahKambali


penipuan meminta kode akun telegram
Penipuan berkedok mengaku dari telegram

Ya diatas adalah kutipan status saya di halaman pribadi facebook, dan ternyata tidak cuma saya saja yang mengalami. Bahkan beberapa teman sampai adu mulut karena oknum-oknum tersebut sudah mulai berkata kasar. Tidak cuma telegram, sudah banyak kasus seperti penipuan facebook yang mengatasnamakan sahabat kita, chat WA dari orang yang mengaku sahabat/saudara lalu modus minta ditransfer, hack akun sosial media lalu meminta uang dengan nominal kecil sampai sedang kebeberapa friendlist kita… pokoknya sudah mulai banyak kaya wabah MAMA MINTA PULSA.

Sekali lagi, tipsnya adalah waspada.. tahu polanya dan tetap tenang. Kalau teman-teman punya energi lebih, bolehlah ngobrol dengan mereka 10-30 menit sekalian latian test kemampuan public speaking, negoisasi dan test kesabaran… tapi kalau kurang sanggup.. langsung tutup telp, dan bilang.. Modus bapak sudah kebaca.

Sebagai info.. setiap provider aplikasi sosial media seperti facebook, instagram bahkan telegram hampir dikatakan tidak pernah menghubungi konsumen via call dan minta password. Dan jika ternyata ada kesalahan password, maka anda tinggal klik forget password dan otomatis akan ada link khusus untuk diklik (coba cek email yang anda gunakan untuk mendaftar akun sosmed tersebut). Jadi, be smart… keep santai kaya dipantai meski pake sunblock tebal karena takut kaya ikan asin #curhat.

So, kalau artikel ini dirasa bermanfaat, rasanya boleh dishare atau dicolekkan ke teman dan saudara karena jujur siapapun orangnya ga suka ditipu baik jiwa maupun raga, apalagi menipu perasaan#ehhh. Cukup sekian.. dan semoga bermanfaat dan satu lagi pesannya, saya ini mbak.. bukan mas apalagi om-om (wkwkwk curhat sering dikira om-om).

(Dilihat 37 times, 2 visits today)

Leave a Reply