Briliant Digital Talkshow for Business

Disruptive Era – Episode 2 Briliant Digital Talk

Cerita dan Inspirasi

Saya mendapatkan kesempatan untuk hadir dan mengikuti EVENT dari Briliant Digital, ya ini adalah episode yang ke-2 setelah sebelumnya mengulas tentang Metode Growth Hacking. Dan kemarin full bahas tentang Distruptive Era , apa itu, dan bagaimana ini bekerja. Saya akan mencoba mengulasnya untuk anda semua. Dan materi kali ini bikin saya agak merinding, yap.., ngeri karena kalau lalai sedikit habislah kita digilas oleh teknologi yang kita agung-agungkan.

Yap, prolog yang menarik dari seorang Coach Lyra Puspa ” bahwa kehadiran era internet telah banyak membantu perkembangan bisnis baik perorangan, lembaga atau perusahaan-perusahaan”. Teknologi dengan internetnya telah banyak memunculkan “orang kaya baru dalam hitungan tahun bahkan bulan”, dan hebatnya para pengusaha ini didominasi oleh anak muda. Hmmm.. super menarik. Lalu, apakah kehadiran internet dan teman-temannya ini hanya memberikan dampak yang positif untuk bisnis kita ? Hmmmm ternyata tidak juga, ada satu tahapan yang boleh saya bilang ngeri-ngeri sedap, mungkin kali ini mereka yang merasakan dampaknya, apa tidak menutup kemungkinan kita NEXT akan menjadi barisan mereka yang tergilas oleh internet.

Ya.. Distruptive Era, saya bersyukur alhamdulillah dapat join kelas keren ini. “Demistifying Digital Disruption” dihandle langsung oleh Coach Lyra Puspa (CEO Briliant Digital Academy) dengan narasumber yang lain yaitu Pak Bari Arijono Ketua Umum ADEI (Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia) dan perwakilan dari Blanja.com.

Berikut saya jabarkan beberapa hasil rangkuman talkshow ini:

Distruptive itu ditandai oleh dengan hadirnya new market yang sebelumnya tidak diperhitungkan, dan new market ini menggantikan market yang sudah ada. Sebagai contohnya, Blackberry digantikan oleh android, transportasi offline digantikan oleh transportasi online.Dan dalam bisnis ada beberapa tahapan yang suka ga suka dapat langsung ter-destruptive yaitu seperti :

  1. Media
  2. Telko
  3. Finance
  4. Ritel
  5. Teknologi
  6. Insurance , dan seterusnya.

Hihiii.. maap ya, artikel kali ini agak berat sedikit tapi mesti alias kudu saya share karena jangan sampai kita lengah dengan perkembangan teknologi. Apalagi bisnis saya yang di dunia online, suka ga suka saya mesti update terus, dan saya harap anda sebagai pembaca setia web ini juga dapat merasakan manfaatnya. Ayo balik lagi, kita bahas lagi materi yang disharing kan oleh 3 narasumber keceh ini. (aslinya saya didalam sana antara ngebul, happy tapi banyak istigfar). Ngeri-Ngeri sedap.

Coba bayangkan untuk industri MEDIA, sekarang apakah anda masih beli koran atau lebih memilih buka hp atau laptop untuk mendapatkan update terbaru. Dan itu belum cukup, kenapa ? Tidak semua orang sadar dengan sendirinya dia harus membuka portal berita tersebut, atau anda malah banyak mendapatkan update dari sosial media seperti facebook dan twitter bahkan TREND nya sekarang adalah banyak berita (entah benar atau tidak) itu di Broadcast via BB bahkan whatsapp. What…. ? Yap, sadar ga kalau perilaku kita yang lebih nyaman menggunakan teknologi telah mengurangi oplah koran dan majalah cetak. Kita loh, kita semua bagian dari era ini. Hmmm.

Contoh diatas belum cukup, adalagi.. baru-baru ini betapa hebohnya dunia persilatan, ketika sebuah taksi perusahaan taksi demo melawan sebuah aplikasi bikinan anak muda, sempat terbayang ga , era seperti ini bakal hadir ?Brand besar head to head dengan sebuah aplikasi, yang dia sendiri ga punya armada atau tentara. What, …. yap inilah distruptive era. Jadi apapun yang bisa digantikan oleh teknologi maka suka atau tidak suka dia akan mengalamai tahapan ini, pelan tapi pasti, santai tapi mematikan. Bayangkan jika itu bisnis kita, bayangkan jika itu adalah bisnis yang kita bangun dalam waktu tahunan bahkan puluhan tahun, dan terpaksa harus duduk dipojok karena era sudah tidak memihak pada kita. Lalu kita jadi melow, menyalahkan teknologi… “hello, perubahan itu pasti, masalahnya kita ogah bin males buat berubah”.

Ada 3 tahapan yang suka tidak suka akan terkena dampak ini adalah :

  1. Platform
  2. People
  3. Process
Distruptive Era pada bisnis di Indonesia
Bari Arijono Ketua ADEI membahas tentang Distruptive Era

Ingat jika 3 tahapan ini bisa digantikan dengan CARA BARU artinya itu kode bahwa anda harus berubah. Pak Bari sebagai salah satu narasumber di talkshow ini pun bilang, bahwa dari gejala distruptive ini sebenarnya kita harus mulai melihat “Future Opportunity” kesempatan-kesempatan emas yang akan hadir di era ini. Hmmm.. apa saja, buanyak. Ingat.. internet bisa memangkas biaya operasional bisnis kita dan membuka peluang-peluang yang tidak kita bayangkan sebelumnya.

 Dan apa yang bisa saya simpulkan dari event talkshow besutan Briliant Digital ini adalah Distruption is not about doing BETTER but about CREATING NEW dan kita bisa mulai dengan langkah ini terlebih dahulu yaitu Distrupt yourself first then distrupt your world.

Terimakasih untuk coach Lyra Puspa yang sudah bikin panas suasana, Pak Bari yang banyak memberikan insight keren, perwakilan dari Blanja.com yang detail mengulas dari sisi e-commerce nya. Asli event keren yang mesti bin kudu wajib di share insight kerennya. Im happy to be digital marketer, keep learning and playing the games.

Untuk event Briliant Digital dapat di cek di Briliant Digital .

Gulungnya para pebisnis , dampak dari distruptive era
                                        Briliant Digital Mengulas tentang Distruprive Era 

Baca juga;

Strategi Marketing Untuk Membangun Bisnis Anda dengan Whatsapp Group 

(Dilihat 296 times, 1 visits today)

5 comments

Leave a Reply