Apa itu Growth Hacking pada Era Bisnis Online

Apa itu Growth Hacking Pada Bisnis Online

Cerita dan Inspirasi

Saya akan sedikit meramu dan coba menjelaskan dengan bahasa yang sederhana tentang Apa itu Growth Hacking pada Bisnis Online ? Saya mulai terbiasa dengan istilah-istilah “meneketehe” ini saat nyemplung semakin dalam di dunia digital marketing. Anda tahu dengan jelas, background keilmuan saya adalah sarjana pertanian, xixixi.. dan maenan online karena memang suka maen game farmville (tetap yang berhubungan dengan pertanian, mengurangi rasa bersalah dikit).

Groeth Hacking di Bisnis Online
                                                Apa itu Growth Hacking

Saya dengar istilah ini pertama kali dari Pak Frans Budi Pranata, beliau banyak ngomongin istilah-istilah ini saat membawakan materi-materi digital marketing untuk marketplace. Awal pertama dengar, ya… saya cuek saja. Toh, informasi pertama adalah awalan.. selanjutnya saya mulai googling. Pas sudah googling, bukannya mudeng malah puyeng, ini metode aneh dan ga jelas (versi saya saat itu). Lama kelamaan istilah GrowthHack ini semakin sering didengar, sampai saya sempat join dengan talkshow di acaranya Google. Dan seperti tebakan anda, sedikit demi sedikit saya mulai paham, makhluk macam apa ini. (So, bagi yang pertama kali dengar dan baca, saran saya.. baca saja, biarkan dan nanti kapan-kapan bisa baca lagi dan mulai memaksa diri utnuk memahami).

Growth Hacking sendiri adalah sebuah metode memviralkan bisnis anda dengan low budget high impact, dan metode ini adalah based on dari digital marketing.

Growth Hacking awalnya digunakan oleh para startup bisnis, dengan dana yang terbatas, kami yang pemain baru, pengalaman minim, dan munculnya bayang-bayang tantangan lamanya penetrasi pasar yang artinya ujung-ujungnya akan menambah COST bisnis. Anda tahu benar, dompet startup itu kisaran berapa yah? Hmmmm…..

Kita tahu benar hadirnya Growth Hacking karena di metode pasar yang tradisional lumayan menguras isi dompet dan tabungan. Biaya iklan, budget karyawan, promo dll. Budget-budget ini perlu kanting khusus yang lumayan bikin ngos-ngosan, dan detail channel-channel yang harus dikuasai saat kita menggunakan cara tradisional adalah seperti dibawah ini:

  1. TV & Radio
  2. Email Blast
  3. Event
  4. PR
  5. PPC atau Pay Per Click

Setelah mengetahui metode-metode tradisional,sekarang kita menggunakan tools-tools yang memang basicnya digunakan untuk Growth Hacking. Sebagai info Growth Hacking banyak digunakan oleh startup bisnis dan anak muda yang emmang cinta dengan dunia digital, dan kami rata-rata sudah mempunyai kemampuan build website dan sejenisnya.

Pada dasarnya metode ini mengedepankan pada KONSUMEN, apa yang mereka butuhkan ? Dimana Mereka ? Dan perilaku Mereka ? Dan semua dapat diketahui dengan membawa analisa website dan sosial media. Dan dalam istilah Growth Hacking dikenal istilah AARRR, apa itu, berikut detailnya:

  1. Acquisition, orang-orang berkunjung ke website kita karena melihat website kita di berbagai channel. Misalnya di facebook, misalnya saat berkunjung di portal berita A, dan seterusnya.
  2. Activation, Mudahnya untuk join, konsumen kita bisa dengan mudah bergabung dengan kita hanya dengan SATU KLIK atau melalui email yang kita kirimkan.
  3. Retention, kalau dari yang saya pelajari adalah bagaimana caranya kita reminder user-user kita dan agar tetap ngeh dengan produk-produk kita. Contoh kalau diinstagram, saat ada teman facebook saya mengaktifkan instagramnya, maka saya akan mendapatkan notifikasi.
  4. Referral , orang-orang merekomendasikan bisnis anda ke teman, saudara dan lain-lain. Dan jika ada yang bergabung atau menggunakan produk/jasa anda maka orang pertama ini akan mendapatkan SESUATU. Untuk kasusu dropbox adalah tambahan FREE kapasitas penyimpanan. Kalau Gojek itu dengan memberikan saldo sebesar 50ribu. Dan itulah kerennya referral.
  5. Revenue , intinya yaitu bagaimana me-monetize konsumen-konsumen kita. Agar mereka menggunakan layanan kita secara terus menerus.

Lalu, tools tools apa yang digunakan untuk Growth Hacking ?

  1. Website , ini meliputi analisa websitenya. Dengan menganalisa website kita bisa mengetahui behaviour pengunjung website kita, dan dari ini pula kita mnegetahui apa yang mereka suka, yang mereka butuhkan, artikel atau konten apa yang banyak dibaca.
  2. Funnel Measurment, ini biasanya menggunakan jasa tools pihak ke-3 untuk mengetahui secara detail, yang paling banyak dikenal adalah kissmetrics
  3. User Survey, anda bisa menggunakan survey monkey
  4. Landing Page dan A/B Testing , ini bisa menggunakan berbagai metode untuk cek visualnya, tingkat bounce nya dst.

Tapi ciri dari metode Growth Hacking ini adalah LOW COST HIGH IMPACT  serta serba OTOMATIS, mereka memaksimalkan sosial media, tools-tools yang dipakai para user mereka dan tentunya mereka juga menggunakan analisa-analisa untuk menentukan apakah ini BEKERJA atau TIDAK.  Contoh sederhana dari teknik ini adalah menaikkan fans/follower dan traffic dari web kita.

Sebenarnya ada kajian mendalam lagi tentang beberapa perusahaan-perusahaan yang sudah sukses menggunakan metode ini, dropbox, Zynga, Instagram, Udemy, dll.

Nah, itu sedikit tentang Growth Hacking, aslinya masih banyak yang ingin saya ulas dan bedah berdasarkan hal-hal yang  sedang saya pelajari. Saya masih belajar, dan sharing artikel ini saya berharap.. anda tetap update “apa yang terjadi, NOW and NEXT” . Doakan saya agar mudah mengemas bahasanya, doakan juga karena ada beberapa sample yang sedang saya kembangkan menggunakan Growth Hacking ini. Keep Learning and Sharing. Dan sebagai catatan… saat anda mempelajari ini, suka atau tidak suka harus tahu tentang website, sosial media, SEO, analitik dll. Saya tahu PR kita banyak, tapi PR yang pasti adalah.. Mulai kerjakan satu persatu. Kerjakan dari yang bikin HAPPY.

Selamat Membaca 😀

Baca Juga :

Disruptive Era – Episode 2 Briliant Digital Talk

Cara membuat Poster Online Mudah dan FREE

(Dilihat 334 times, 1 visits today)

Leave a Reply